Senin, 20 April 2015

Kawan, Mau jadi apa kita kelak?

Semalaman aku tidak bisa tidur karena memikirkan satu pertanyaan yang tiba" muncul dari hati. "Mau jadi apa aku kelak? ".  Itulah pertanyaan yang selalu aku bayangkan. Aku sendiripun belum tahu akan jadi apa aku dihari esok??.  Impian apa yang harus aku capai??.
Semalam,  aku coba sharing sama sahabat sekaligus kakaku (miol),  dan sahabat sekaligus adikku (arab). Sayang sekali, sahabatku yang satu lagi jauh (darjad).
Ditengah malam yg sunyi, kita bertiga coba untuk membuka diri kita dengan mencoba bermimpi tentang masa depan kita masing".
"Kita sekolah tinggal sebentar lagi, setelah lulus pasti kita akan jarang ketemu. Bro, setelah lulus sekolah nanti jangan lupa dengan masing" dari kita ya? ".  Aku.
"Iya lah, masa lupa. Kita itu harus tetep begini (komunikasi) walopun gimanapun keadaanya. Inget, kita itu sudah terbiasa susah seneng bareng. Kalo nanti sampe pecah cuma gara" jarang ketemu, berarti percuma kalo kita kenal". Miol.
"Iya, gimanapun dan apapun keadaanya, yang penting kita itu harus menjaga komunikasi dari kita masing".  Jangan sampe putus".  Arab.
"Hehe iya,.  Lha trus, pandangan kaliyan kedepan setelah lulus apa?  Kuliah kah? Kerja kah?  Atau yg lain?" aku.
"Kalo itu, aku masih terserah sama orang tuaku. Keinginanku si jadi anggota AKMIL, soalnya itu cita"ku dari kecil". Miol
"Kalo aku masih blum jelas, meh apa aku. Palingan kuliyah teknik biar seperti bapaku,  kalo kamu ponk? ". Arab balik nanya.
Mendengar pertanyaan itu, aku langsung diem dan menunduk. Karena memang aku tidak punya pandangan hidup yg lebih tinggi, palingan abis lulus nnti aku langsung kerja. Karenan itu sdah jadi tuntutan ekonomi kluargaku.
"Hehe..  blum ada bayangan. Lha trus si darjad itu katanya meh kuliah kepolisian iya?".  Aku coba ngalihin topik.
"Iya, dia emang udah diwajibin sama kakaknya kalo dia lulus nanti dia bakal tinggal di jakarta dan kuliah kepolisian". Miol
Mendengar pandangan hidup temen"ku itu, aku semakin sedih. Karena memang aku sendiri yang kayaknya tidak bisa seperti mereka.
Bayangkan, miol mau Ikut AKMIL, arab kuliyah Teknisi bagian enginering pesawat, darjad meh kuliya kepolisian,  lha aku???  Aku dituntut untuk bekerja setelah lulus nanti. :'(
"Ponk, kamu mau jadi apa nanti? ".  Arab tanya lagi.
"Mmm... " aku cuma bisa diem.
"Ayolah jangan gitu".  Arab.
Akhirnya aku ungkapkan unek" dihatiku sambil sesekali netes air mataku. Tapi aku coba untuk tegar didepan mereka.
"Aku ngga punya pandangan yang tinggi seperti kaliyan, aku ngga bisa seperti kaliyan. Mungkin setelah lulus nanti, aku akan langsung bekerja, karena tuntutan ekonomi keluargaku". :'(
"Ayolah ponk jangan pesismis gitu, kamu itu pinter. Ayolah perjuangin itu semua". Arab
"Tapi inilah kenyataanya, aku ngga bisa seperti kaliyan". :'(
"Heh, kamu itu jangan pesimis gitu. Hidup orang itu ngga bisa ditembak, sekarang mungkin menurutmu kamu ngga bisa seperti yang lain. Tapi itu kan sekarang, kita ngga tau nantinya. Kita itu laki", beban kita berat nantinya. Kalo kita hanya berfikir "pendek" kita ngga akan jadi orang nantinya. Kita berusaha dan berdo'a saja, karena semua sdh ada yg ngatur".  Miol
"Iya ponk, kamu itu harus semangat. Kamu mau kan kalo kita ketemu nanti, kita dalam keadaan sukses?  Itu impianmu kan?.  Ayolah,  kita sma" kejar impian itu. :)
Aku juga sudah mbayangin, pas kita ketemu nanti dalam keadaan sukses.  Miol pake seragam AKMILnya, darjad Pake Seragam Polisinya, aku Pake seragam teknisi peswatku, dan kamu pake Jas hitam dan berdasi. Hebat kan kita nanti??  Itu impianmu juga kan ol?? ". Arab bertanya ke miol.
"Iya, kayaknya keren banget ya kita nanti". :D miol
Mendengar pernyataan tersebut sekarang aku mengerti, apa yang harus aku lakukan nanti. Aku harus berusaha mulai dari sekarang,  untuk mewujudkan itu semua. Karena aku pengen kita ber 4 (empat)  setelah lulus dan berpisah selama beberapa tahun dan pada akhirnya bertemu lagi dalam keaadan kita yang sudah berhasil mencapai impian kita masing",  Miol dg seragam AKMILnya,  Darjad dengang seragam Polisinya,  Arab dg seragam Teknisi pesawatnya,  dan Aku dengan pakean jas hitam dan berdasi.
Aminn ya ALLAH.. :)
aku memang pernah menulis pepatah "maksud hati ingin menggapai bintang, tapi apalah daya ku tak bisa terbang". Itu pepatahku yg kuungkapkan sebagai kondisiku saat ini. Tapi itu kan saat ini, berarti besok dan seterusnya kaya apa, aku kan ngga tau.
Dan kini ku ganti pepatah itu menjadi sebuah kata motivasi "Selama masih sanggup berdiri, jangan pernah kau selalu berbaring".
Artinya:  teruslah berfikir optimis, dan janganlah sekalipun berfikir pesimis.
Tak ada yang tak mungkin selama kita mau berusaha dan berdo'a.
Quotes:
"Hidup yang benar" hidup itu dari susah menuju bahagia. Bukan dari bahagia menuju susah".  Miol.
"Pesimis hanya akan menurunkan semngat hidup kita. Maka dari itu, tetaplah optimis! ". Arab.
Terimakasih kawan, sudah mengingatkanku akan arti kehidupan.  Dan sudah memberikan motivasi untuku.
Semoga kita akan menjadi seperti apa yang kita cita"kan.
Aminn.  :)
Kawan, you're my everything. :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar